Penulis : Admin Ditulis Pada : 31-08-2021 Dibaca 159 Kali

Pandemi korona tak menyurutkan usaha Batik Silabi, SLB Wiyata Dharma Metro. Srikandi Batik Silabi memberdayakan alumni untuk melakukan produksi.

Dari sebuah gang sempit tak jauh dari jalan raya. Siang itu, Jumat (13/08), suasana Sekolah Luar Biasa yang letaknya hanya "bertetangga" dari Kantor Kelurahan Hadimulyo Timur itu sepi. Beberapa sepeda motor terpajang rapi di sisi sebelah dalam lapangan sekolah beralaskan petak-petak semen persegi enam.

Ada seorang wanita paruh baya “terbit” dari balik pintu asrama. Raut wajahnya menyiratkan aroma keheranan dengan kedatangan saya secara tiba-tiba di siang bolong. Setelah saya mengutarakan niat hati ingin bersua dengan pengurus sekolah, langkahnya langsung tergopoh-gopoh menuju area dapur pembuatan batik.

“Ada keperluan apa ya, Mba?” ujar seorang berkerudung abu-abu. Tanpa aba-aba, secarik surat tugas dari sekolah langsung saya perlihatkan. “Ayo, ikuti saya ke dapur pembuatan batik, akan saya kenalkan dengan beberapa teman saya,” sahut perempuan yang bernama Titin Susanti. Saya menganga tak percaya, ternyata mendapatkan izin wawancara di sekolah penyandang disabilitas ini terbilang cukup mudah.

Sepi, pemandangan itu menyelimuti area dapur batik. Tak satupun pekerja terpampang di depan mata. Hanya ada kawanan pipa paralon yang berfungsi untuk membentangkan kain batik. Ibu Titin terus berjalan melewati area pembentangan kain. Selepas retina saya menjelajah area pembentangan kain, sampailah kami di dapur pencelupan dan pewarnaan.

Satu, dua, tiga...cekrek, seorang wanita yang sedang mencelup-celupkan kain ke bahan pewarna terpotret kamera handphone saya. “Saya sangat senang jika difoto” ujar ibu Dwi Wahyuni—teman dari ibu Titin Susanti, sekaligus instruktur batik di SLB Wiyata Dharma—dengan perasaan berbunga-bunga. Meski serius melakukan pekerjaannya, sikapnya sangat hangat dan ramah terhadap tamu seperti saya.

***

Sudah dua tahun lebih wabah korona “menghantui” wilayah Indonesia, terkhusus di Kota Metro. Usaha kecil menengah terpaksa porak poranda akibat kekurangan konsumen, biaya dan tenaga pekerja. Dampak itu juga dirasakan oleh usaha Batik Silabi milik yayasan SLB Wiyata Dharma yang sudah dirintis sejak tahun 2012 ini.

Semenjak korona melanda, tenaga pekerjayang sebagian besar merupakan murid SLB Wiyata Dharma inibak menghilang ditelan bumi karena diliburkan. “Untuk permintaan pasar kita kekurangan tenaga, Mba. Karena yang bekerja itu biasanya anak murid, sedangkan kalau daring nggak boleh masuk,” terang ibu Dwi Wahyuni sembari mengikat tali pada kain untuk pewarnaan dengan teknik ikat. “Kita cuma merekrut alumni, ibu-ibu PKK,” imbuh ibu Titin Susanti.

Berbicara mengenai peminat Batik Silabi. Ibu Titin Susanti berkisah bahwa di masa pandemi peminat batik khas Kota Metro ini tetap banyak. Berbanding terbalik dengan itu, peminat souvenir menurun drastis sebab kunjungan dari luar daerah yang biasanya “deras” kini menjadi “kering” kerontang. “Untuk di masa pandemi ini peminat kain batik tetap banyak, Mba. Tapi kalau souvenir masih ada penjualan, sekarang berkurang karena nggak ada tamu dari luar daerah,” ujarnya.

***

Mari kita mengulik sejarah terciptanya Batik Silabi. Ternyata batik ini merupakan modifikasi dari batik tulis yang lumrah digunakan, kemudian dikombinasikan dengan teknik batik ciprat yang nge-trend di kota lumpia, Semarang. “Setelah diterapkan ke anak-anak, batik tulis memerlukan waktu yang lama, sehingga sekolah mencari terobosan baru dan mengutus ibu Tri Winarsih—instruktur batik di SLB Wiyata Dharma Metro—untuk belajar ke Semarang”. Untuk di Kota Semarang sendiri murni menggunakan batik ciprat. Sedang di Kota Metro ini teknik membatik mulai divariasikan dari batik tulis, ciprat dan ikat. Sehingga tercipta Batik Silabi Metro yang ikonik dengan menampilkan ikon-ikon khas Lampung terkhusus Kota Metro seperti Tugu Meterm.

Batik Silabi sendiri merupakan batik unggulan Kota Metro dan dijadikan sebagai bahan wajib bagi seragam ASN Kota Metro. Rupanya, pihak Batik Silabi SLB Wiyata Dharma sudah mempunyai kerja sama atau MOU dengan Pemerintah Daerah Kota Metro. Lebih dari itu, Batik Silabi ternyata sudah diakui oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sebagai kearifan lokal Kota Metro yang humanis.

***

Keberadaan Batik Silabi seolah menjadi angin segar dalam lautan stigma yang beredar di masyarakat bahwa penyandang disabilitas tak mampu menciptakan kreativitas tanpa batas. Kesabaran srikandi Batik Silabi dalam mengajari muridnya sampai paham merupakan bukti nyata bahwa asal ada kemauan di situ ada jalan untuk menuai kesuksesan.

Saat membimbing anak penyandang disabilitas ini, ternyata para instruktur membagi bidang kerja sesuai dengan kemampuan “menangkap” yang mereka miliki. Untuk anak tunarungu, mereka mempunyai IQ sama seperti manusia pada umumnya sehingga mereka dijatah melakukan pekerjaan yang lebih rumit dari penyandang tunagrahita (lambat berfikir).

Anak tunarungu biasa melakukan bagian pewarnaan dan memola kain batik sedangkan bagi tuna grahita cukup diberi bagian yang ringan seperti melakukan pemasangan dan pelepasan kain batik pada pipa paralon. “Mereka juga sangat antusias untuk belajar, Mba. Di SLB ini juga 60 persen di keterampilan kurikulumnya, jadi sebenarnya niat awal ya untuk keterampilan. Ternyata Pemerintah Kota Metro antusias juga menjadikan batik kita ini batik unggulan,” ujar ibu Titin Susanti.

Untuk hasil penjualan Batik Silabi sendiri, sebagian dialokasikan untuk operasional sekolah, sebagian lagi untuk diberikan ke yayasan Wiyata Dharma. Mengenai keuntungan penjualan, tak seperti ekspektasi kebanyakan orang awam yang menganggap bahwa sekolah meraup untung berlebih, ibu Titin Susanti menjelaskan keadaan sebenarnya. “Kadang-kadang pengerjaan malah nggak dapet untung, Mba, yang penting kita semuanya terbayar, seperti bahan, pewarna, gaji,” ujarnya.

Ternyata keuntungan dan pengorbanan di tempat ini bagai langit dan bumi. Setiap pengerjaan pesanan pastilah menanggung resiko yang harus diterima dengan lapang dada. “Untuk pesanan 100, orang lain ngebayanginnya pasti untung sekian juta, padahal kan nggak seperti itu”. Kegagalan pengerjaan menjadi hal lumrah, “anak-anak disuruh buka kain pelan-pelan, namun tetap digeret, akhirnya sobek. Pada saat waterglass warnanya bercampur,” kisah ibu Titin Susanti. Perubahan cuaca juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan maupun kegagalan pembuatan kain.

Tanpa sadar adzan zuhur telah berkumandang, pertanda kewajiban pada tuhan harus segera ditunaikan. Isyarat ini juga menandakan perjamuan saya dengan srikandi Batik Silabi ini harus berakhir. Begitu banyak pembelajaran yang saya dapat tentang semangat, pengorbanan, serta ketulusan hati seluas samudera.

Berita Terkait
Beri Komentar
Komentar
Diberitahukan kepada siswa SMA Muhammadiyah 1 Metro tahun pelajaran 2021/2022. Bahwa kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) pada masa Pandemi Covid-19 akan mulai dilaksanakan pada Senin, 13 September 2021. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar, diimbau agar selalu menerapkan protokol kesehatan 5M; Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 
Detail
Agenda Sekolah
  • SIDIK JARI IJASAH 07-08-2020 10:28:28
    SIDIK JARI IJASAH :

    Kepada calon alumni SMA Muhammadiyah 1 Metro TP. 2019/2020 dipersilahkan melakukan sidik jari, dan bagi yang sudah menyelesaikan administrasi dapat langsung mengambil Ijasah. Proses sidik jari dan pengambilan bisa melalui Pak Marwiyono dengan syarat:

    1. Berpakaian bebas (rapi dan sopan) tidak bersandal. Tidak rapi maka tidak dilayani.

    2. Bebas Perpus (dengan menunjukkan kartu bebas perpustakaan) diperoleh di perpustakaan.

    3. Selesai administrasi keuangan sekolah (bisa di cek di bagian SPP oleh Bu Dewi/Pak Rahmadi).

    4. Segala keperluan legalisir bisa menghubungi pak Ariansa.


  • PPDB ONLINE TP.2021/2022 03-12-2019 01:11:59
    PPDB ONLINE TP.2021/2022 :

    PPDB SMA Muhammdiyah 1 Metro Tahun ini dapat Online, jadi memudahkan bagi kamu yang repot atau rumahnya jauh dan belum sempat berkunjung ke MUHI..tapi tentu sudah ke website nya ya...Kamu bisa daftar ONLINE kemudian download Formulirnya, kamu lengkapi terus dibawa ke MUHI sebagai pendaftaran yang sah..atau kalo masih bingung boleh hubungu panitia..

    klik untuk DAFTAR ONLINE


  • PENGUMUMAN KELULUSAN 13-05-2019 12:00:57
    PENGUMUMAN KELULUSAN :

    Pengumuman Kelulusan Kelas XII Tahun Pelajaran 2018/2019 SMA Muhammadiyah 1 Metro dapat dilihat disini.

    Surat Keterangan Lulus (SKL) dan SKHU Sementara dapat diambil pada hari rabu, 15 Mei 2019 di SMA Muhammadiyah 1 Metro dengan Menggunakan Seragam Lengkap.
  • Libur Ramadhan 1440H 03-05-2019 09:59:56
    Libur Ramadhan 1440H:

    Berdasarkan Surat Edaran dari Pimpinan Majelis Dikdasmen PWM Propinsi Lampung dengan Nomor : 42/II.4/B/2019 tanggal 22 April 2019 perihal Surat Edaran Libur Ramadhan dan Idul Fitri 1440H, Maka Kami Sampaikan :

    1. Libur Awal Puasa Ramadhan 1440H Mulai Hari Senin, 06 Mei 2019 s.d Rabu, 8 Mei 2019

    2. Masuk Kembali Pada Hari Kamis 09 Mei 2019.

  • Simulasi III 11-02-2019 11:46:16
    Simulasi III:

    Simulasi III UNBK 2019 Akan Dilaksanakan Pada :

    Hari            : Senin - Selasa

    Tanggal    : 11 - 12 Maret 2019

    Mata Pelajaran Yang Di Ujikan Saat Simulasi Bahasa Inggris dan Matematika.

    Sesi - 1    : 07.30 - 09.30 WIB

    Sesi - 2    : 10.30 - 12.30 WIB

    Sesi - 3    : 14.00 - 16.00 WIB

  • Upacara Peringatan HUT RI Ke-73 10-08-2018 09:10:09
    Upacara Peringatan HUT RI Ke-73:

    Dalam Rangka HUT RI Ke-73 Maka Siswa/siswi SMA Muhammadiyah 1 Metro Wajib Mengikuti Upacara Peringatan Di SMA Muhammadiyah 1 Metro Pada Tanggal 17 Agustus 2018.

Tampilkan Semua
Fanspage